Jakarta, kpu.go.id - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman berpesan agar seluruh satuan kerja (satker) KPU fokus memperbaiki 8 area perubahan reformasi birokrasi. Termasuk tata kelola administrasi dan peningkatan sumber daya manusia, ouput kerja, akuntabilitasnya, proses kerja, transparansi serta kualitas kerja. Hal tersebut ditekankan Arief saat memberi arahannya dalam Kick Off/Pembangunan Komitmen Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Tahun 2022 yang digelar KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara daring, Kamis (10/2/2022). “Salah satu ciri negara demokratis terselenggaranya pemilu yang ajeg, 5 tahun sekali, bangsa bersepakat cara memilih pemimpin melalui pemilu. Jadi untuk terpilihnya pemimpin baik itu sangat strategis, bapak/ibu sekalian cukup strategis memberi peran," ujar Arief. Dalam penerapan reformasi birokrasi yang baik, Arief juga berpesan agar mencatatkan hal yang lebih baik atau mewariskan hal yang lebih baik dan bukan hanya kepentingan saat ini. Untuk itu, seluruh jajaran pimpinan dan staf memiliki komitmen untuk mewariskan hal-hal yang positif. "Karena suatu saat kita tidak selama ada di sini pasti kita berpindah tempat promosi jabatan, reformasi birokrasi menjadi penting," ujar Arief. Sekretaris KPU Provinsi NTT, Kusmanto Riwu Djo Naga menyampaikan nilai reformasi birokrasi yang diperoleh dari Kementerian PANRB sebesar 65 poin dengan level CC. Dengan nilai tersebutlah, kata Kusmanto, kegiatan kick off untuk membangun komitmen peningkatan reformasi birokrasi di KPU se-Provinsi NTT ini digelar. "Ini menjadi pemicu kita di tahun 2021 dan 2022 akan diperbaiki kinerja kerja KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota," ujar Kusmanto. Lebih lanjut, Kusmanto menyebutkan 8 area perubahan reformasi birokrasi dilaksanakan pihaknya pada 2021 antara lain manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, penguatan dan penataan organisasi, penguatan tata laksana, penguatan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, pengawasan, dan peningkatan kualitas publik. Selain itu, survei kepuasan dilakukan KPU Provinsi NTT terhadap pihak eksternal. "Alhamdulillah 67 responden pihak eksternal memberikan cukup baik 75 persen, dalam arti seluruh kegiatan provinsi kabupaten/kota dirasakan puas oleh masyarakat," ujar Kusmanto. Komitmen meningkatkan reformasi birokrasi di lingkungan KPU se-NTT pun diucapkan oleh Ketua KPU Provinsi NTT Thomas Dohu yang diikuti para jajaran KPU se-NTT. "Dengan mengucap syukur kepada tuhan yme, kami segenap jajaran komisi pemilihan umum dan sekretariat KPU provinsi, KPU kab dan KPU kota dalam wilayah kerja Provinsi NTT menyatakan siap melaksanakan reformasi birokrasi guna mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, kapabel dengan pelayanan publik yang prima," ucap Thomas. (humas kpu ri tenri/foto: dianR/ed diR)