Seleksi 88 Naskah Call For Paper Konferensi Tata Kelola Pemilu
Jakarta, kpu.go.id - Proses seleksi naskah Call For Paper untuk kegiatan Konferensi Nasional Tata Kelola Pemilu berlangsung selama 3 hari mulai 9-11 Maret 2022. Anggota KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi berharap tim penilai naskah dapat menyeleksi naskah dengan memerhatikan keterwakilan beragam hal. Keberagaman tersebut seperti latar belakang penulis dan juga wilayah atau asal.
Dari sisi latar belakang, Pramono mengharapkan agar ada keterwakilan berbagai pihak seperti akademisi, pemantau, mahasiswa dan bukan didominasi penyelenggara pemilu. Dari sisi daerah, Pramono menilai dengan beragamnya latar belakang wilayah dari penulis naskah, dapat pula menggambarkan betapa beragamnya pemilu diberbagai wilayah.
"Dengan banyak latar belakang, perspektifnya berbeda-beda akan membuat pengayaan dari sisi perspektif jauh lebih kaya dibanding hanya dari perspektif penyelenggara pemilu mendominasi membicarakan teknis kuramg refleksi," ucap Pramono saat membuka Rapat Pelaksanaan Seleksi Naskah Call For Paper Kegiatan Konferensi Nasional Tata Kelola Pemilu yang digelar di Jakarta, Rabu (9/3/2022).
Selain keterwakilan berbagai latar belakang, Pramono menekankan agar tim penilai dalam memilah 24 naskah yang akan terpilih tak perlu membagi rata atas tiga subtema yang telah ditentukan antara lain teknis, hukum, dan kelembagaan. Menurutnya, tim penilai bisa mempertimbangkan dari sisi jumlah sehingga tak perlu membagi rata. Pramono mengatakan tim penilai dapat mempertimbangkan keterwakilan dari tiga subtema.
Ketua Tim Penilai Independen, Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Abdul Gaffar Karim menyampaikan keseluruhan tim yang terdiri 5 orang telah mendiskusikan untuk menyelesaikan penilaian lebih cepat. Hasil diskusinya menetapkan satu naskah akan dibaca dua anggota sehingga dalam pemeriksaan tidak melibatkan seluruh tim. Gaffar menyampaikan ada 88 naskah yang diperiksa tim.
Mengenai permintaan keterwakilan profesi dan daerah serta kesetaraan naskah, Gaffar menyampaikan akan mendiskusikannya agar memastikan mendeteksi keterwakilan dalam menyeleksi naskah.
Terkait potensi naskah yang sekiranya memiliki gagasan yang bagus sehingga dapat diberi ruang untuk perbaikan, Gaffar sepakat dan akan menggunakan pendekatan kualitatif dalam menyeleksi naskah dengan gagasan yang bagus tetapi belum selesai.
Program Officer Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Heroik Pratama menyampaikan mekanisme pembagian pemeriksaan naskah antar tim. Sekiranya 34-36 yang akan dibaca tiap anggota tim.
Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Nurlia Dian Paramitha menjelaskan terkait penilaian. Nurlia mengatakan penilaian skoring dilakukan melihat posisi keranga naskah, bahasa, ketajaman analisis permasalahan, manfaat gagasan untuk kebijakan, penulisan referensi, serta fokus penelitian.
Terkait skoring, Koordinator Harian Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Insiatif Muhammad Ihsan Maulana menyarankan agar penilaian dijumlahkan tidak menggunakan penilaian skoring skala 1-10 agar memudahkan.
Secara daring hadir anggota tim penilai, Dosen Universitas Padjadjaran Ari Ganjar Hendriansyah menyarankan agar menetapkan minum skoring naskah yang akan ditindaklanjuti atau lolos, semisal 50 ke atas lebih lanjut.
Kepala Pusat Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Setjen KPU RI Lucky Firnandy Majanto mengatakan konferensi akan digelar 5 April 2022 sehinvga diharapkan penilaian rampung sebelum hari itu. Lucky mengatakan akan mengundang Menteri Politik, Hukum, dan HAM untuk hadir pada konferensi tersebut.
Setelah dibuka, rapat dilanjutkan dihari Kamis (10/3) dengan agenda menyeleksi 88 naskah Call For Paper umtuk kegiatan Konferensi Nasional Tata Kelola Pemilu. (humas kpu ri tenri/ foto: tenri/ed diR)
