KPU Sabu Raijua Ikuti KOPI PARMAS Part 10 Bahas Inklusivitas Pemilu bagi Kelompok Rentan dan Marjinal
Seba, (04-02-2026) KPU Kabupaten Sabu Raijua mengikuti kegiatan KOPI PARMAS (Komisi Pemilihan Umum: Kita Omong Pemilu, Demokrasi, dan Partisipasi Masyarakat) Part 10 yang mengangkat tema “Inklusivitas Pemilu bagi Kelompok Rentan dan Marjinal”. kegiatan ini diikuti oleh Ketua KPU Daud Pau, didampingi Anggota KPU Ramli Ika, Agustinus V. Mone, dan Markus Udju Lomi, serta Sekretaris KPU, Kasubbag SDM dan Parmas, dan jajaran staf. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis dalam memperkuat komitmen penyelenggara pemilu terhadap pemilu yang inklusif dan berkeadilan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Plh Ketua KPU Provinsi NTT, Petrus Kanisius Nahak, yang menegaskan bahwa terdapat dua tahapan krusial dalam penyelenggaraan pemilu maupun pilkada di daerah, yakni pemutakhiran data pemilih dan pelayanan pemilih pada saat pelaksanaan pemungutan suara di TPS. Kedua tahapan tersebut menjadi kunci utama dalam menjamin terpenuhinya hak konstitusional seluruh warga negara, termasuk kelompok rentan dan marjinal.
Materi pertama disampaikan oleh Deddy I. B. Rondo, Anggota KPU Kabupaten Rote Ndao, yang menekankan pentingnya memastikan dan memetakan kelompok disabilitas secara akurat sejak tahapan pemutakhiran data pemilih. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan di TPS agar ramah, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan pemilih disabilitas. Sementara itu, pemateri kedua Aziz, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Manggarai Barat, menyoroti pentingnya pemberian ruang dan perlindungan hak politik bagi kelompok rentan dan marjinal sebagai bagian dari upaya membangun jembatan inklusivitas dalam demokrasi.
Diskusi yang berlangsung selama lebih dari tiga jam ini dipandu oleh Joenady Wongso, Kasubbag SDM dan Parmas KPU Kabupaten Lembata, dengan berbagai pandangan dan praktik baik yang dibagikan oleh peserta. Melalui kegiatan ini, KPU Sabu Raijua menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelenggaraan pemilu yang inklusif, partisipatif, dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan bagi seluruh pemilih.