Berita Terkini

Sinergisitas Hadapi Kompleksitas Pemilu dan Pemilihan 2024

Jakarta, kpu.go.id - Anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menekankan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan kompleksitas Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. 

Hal tersebut disampaikan Dewa saat memberikan materi pada Dialog Virtual Serial #4 Pendidikan Pemilih mengangkat tema “Tantangan Kompleksitas Pemilu 2024 dan Strategi Pendidikan Pemilih Pemilu”  digelar KPU Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) secara daring, Selasa (8/3/2022).

"Kami, KPU meyakini peran para pihak, akademisi, pegiat pemilu, menjadi penting menghadapi tahun 2024 nanti," ucap Dewa.

Dewa berharap dengan koordinasi ini, penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 akan dapat berjalan dengan baik.

Hampir sama, Ketua KPU Provinsi Sulteng Tanwir Lamaming saat membuka acara menyampaikan pentingnya membangun strategi dan menjawab tantangan kompleksitas pemilu dan pendidikan pemilih.

Narasumber lainnya, Anggota KPU Provinsi Jawa Barat Idham Holik menyampaikan dari sisi regulasi tidak ada revisi sehingga tidak ada perubahan. Senada dengan Dewa, Idham juga meyakini berita hoaks dan disinformasi juga menjadi tantangan yang perlu diantisipasi dan dipikirkan cara menekannya pada Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 mendatang. Pendidikan pemilih menjadi kewajiban KPU dan juga diyakini Idham dapat menjadi senjata mengantisipasi tantangan kompleksitas. "Kewajiban kita mencerdaskan bangsa, spesifik pemilih, wajib bagi kita semua," ucap Idham. 

Anggota KPU Provinsi Sulteng Sahran Raden menyampaikan juga terkait regulasi yang tidak mengalami revisi. Undang-undang yang akan digunakan pada pemilu dan pemilihan tahun 2024 mendatang, diyakini Sarhan berpotensi memunculkan kompleksitas yang sama terjadi pada Pemilu 2019. "Itu akan bisa terjadi juga pada pemilu 2024, saya mengkategorikan ada beberapa isu dan problematika 2024, yang sudah disampaikan pak Dewa (hoaks, politik identitas, politik uang, kampanye dan DPT, dan sebagainya)," ujarnya. 

Narasumber terakhir, Akademisi UIN Jakarta Dzuriyatun Toyibah menyampaikan bahwa tantangan yang akan dihadapi dari tahun ke tahun hampir sama yakni politik uang, daftar pemilih tetap sehingga yang penting dilihat penurunannya dari tahun ke tahun untuk mencari cara pencegahannya. Pencegahan terhadap berbagai tantangan pun dinilainya perlu dipikirkan dan menjadi bagian dari tujuan jangka panjang dan bukan sekedar sesuatu untuk menghadapi pemilu.

Dzuriyatun menekankan dari aspek partisipasi masyarakat segi substantifnya yakni memilih secara rasional. Dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi, kata Dzuriyatun, maka pemilu juga menjadi semakin berkualitas. "Jadi ini saya mau melihat meningkatnya partisipasi masyarakat dilihat dari partisipasi yang berkualitas, itu adalah bagian upaya meningkatkan demokrasi dan pemilu," ujar Dzuriyatun. (humas kpu ri tenri/foto: hilvan/ed diR)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 20 kali